Mungkin kita sering bertanya-tanya, ketika pesawat takeoff, bagaimana pilot bisa tau kapan momen yang tepat untuk mengangkat hidung pesawat dan meninggalkan landasan. Atau bagaimana jika sedang "ngebut" ingin lepas landas, mesin pesawat tiba-tiba mengalami malfungsi? Apakah yang akan dilakukan pilot? Ini semua berhubungan dengan kecepatan. Kecepatan ini ditentukan bermacam faktor, misalnya: berat pesawat, panjang landasan, faktor lingkungan, dan lain-lain. Pada tulisan ini, saya akan coba menjelaskan macam-macam kecepatan takeoff pesawat (V1, Vr, dan V2) dari apa yang saya pahami.
| Boeing 777 of Qatar Airways Takeoff |
V1 (bacaannya vi-wan) adalah kecepatan dimana lepas landas tidak boleh dibatalkan. Artinya, jika pesawat mengalami gangguan setelah melewati kecepatan ini, takeoff tidak boleh dibatalkan lagi. Jika pesawat mengalami gangguan sebelum mencapai V1, maka penerbang harus segera membatalkan lepas landas. Nama lain dari V1 adalah decision speed.
Vr atau "rotate" adalah kecepatan dimana penerbang mulai mengangkat hidung pesawat untuk meninggalkan landasan.
V2 adalah kecepatan yang harus dicapai agar pesawat dapat naik (climbing) dengan aman dengan kondisi satu mesin mati untuk mencapai ketinggian 35 kaki pada ujung runway dan dapat mempertahankan climbing 200 kaki per menit setelahnya. Nama lain kecepatan ini adalah takeoff safety speed.
Sumber: